Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan. Hari-hari kemarin juga tersasa menyenangkan bagi saya. Seakan tak memiliki beban yang ditanggung, padahal sebenarnya saya masih memiliki tagihan-tagihan yang belum saya terpenuhi. Kalau saya sebutkan satu per satu mungkin itu ngga akan ada habis-habisnya. Cukup saya dan tidak saya saja yang tahu.
Dalam kehidupan memang selalu memiliki dua pilihan, biasanya kedua itu berlawanan. Namun kadang juga bertujuan sama. Pilihan tersebut cukup bahkan sangat membingungkan. Seperti memilih menjadi tumbal atau martir. Padahal hasil akhirnya sama, mati. Tapi memang berbeda rasanya.
Sebagai manusia yang sangat biasa. Saya selalu terlalu mudah untuk menilai orang. Mengklaim bahwa orang ini seperti itu atau orang itu seperti ini. Mungkin untuk sebagian kalangan itu merupakan hal yang wajar dan masih bisa dimasukan ke logika dan akal sehat. Namun beberapa kalangan akan berbeda penilaiannya, terlebih dari prespektif mana kalangan itu memandangnnya.
Ah, memang saya orang yang sangat goblok ya. Beberapa saat saya berusaha melupakan hal tersebut denagn menyibukan diri terhadapa hal yang sedang saya tekuni. Atau menghisap beberapa batang rokok untuk menenangkan pikiran. Tapi puncak kebingungan itu selalu menghampiri hingga saat ini, saat diamana saya tak bisa memilih. Karena saya takut salah pilih.
Keheningan malam ini menemani kesendirian saya, untuk kesekian kalinya saya memaknai hal itu. Hal yang tak pernah saya pedulikan sebelumnya. Namun menjadikan sebuah dilematis tingkat tingggi yang berkoalisi dengan kegelapan yang menyinari hati saya.
Saya memang sudah telanjur terancuni oleh Nietzsche, Tan Malaka, Munir, Herry Sutresna, Addy Gembel, yang melakukan hidup sangat menyenangkan dan tergolong radikal. Walaupun saya tak se-'radikal' mereka. Yang memang jelas-jelas bisa memaknai apa itu yang dinamakan hidup yang memang hidup.
Anyway, walaupun saya tak bisa menentukan apa yang harus saya pilih. Tetapi saya akan menjalaninya dengan cara yang menurut saya sangat menyenangkan. Saya memang tak peduli apa yang akan dikatakan orang tentang saya, ada yang ngomongin juga syukur. Sebab hari gini saya ngga yakin ada yang masih mau memikirkan kehidupan orang lain.
Tak ada lagi yang mesti saya tulis mungkin, pokoknya saya akan selalu berusaha menjaga orang-orang yang berada dekat dengan saya. Kamu juga harus seperti itu.Haha...
31 Oktober 2009